Kamis, 24 Desember 2015

Teknik merancang dan memasang Septic tank yang baik dan benar

Dalam perancangan sebuah tempat tinggal salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah sistem pembuangan limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga terbagi menjadi 2, yaitu : 

Limbah berupa air yang berasal dari kamar mandi, bak cuci, dapur dll (tidak mengandung tinja) yang lazim disebut grey water. 
Limbah yang berasal dari kakus (water closet/WC) berbentuk tinja manusia yang lazim disebut black water. 

Untuk merancang sistem pembuangan limbah rumah tangga kita bisa memulai dengan menginventarisasi kebutuhan dan permasalahannya. Dari hasil inventarisasi tersebut diperoleh solusi pemecahannya. Air limbah yang berupa grey water umumnya dibuang ke arah depan bangunan karena biasanya di sanalah terdapat saluran pembuangan (got) yang terhubung dengan saluran riol kota. Agar air mengalir lancer saluran pembuangan utama sebaiknya menggunakan pipa paralon (PVC) berukuran minimal 4 inci. Saluran pun harus dibuat miring, dimana semakin ke depan semakin rendah. Sedangkan salah satu solusi terhadap permasalahan limbah rumah tangga yang berwujud black water adalah dengan merancang tangki septic (septictank).

Persyaratan Teknis Pembuatan Tangki Septik

Untuk membuat tangki septik ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi, diantaranya:
  • Bahan bangunan harus kuat.
  • Tahan terhadap asam dan kedap air.
  • Bahan penutup dan pipa penyalur air limbah adalah batu kali, bata merah, batako, beton bertulang, beton tanpa tulang, PVC, keramik, plat besi, plastik dan besi.
  • Pipa penyalur air limbah dari PVC, keramik atau beton yang berada diluar bangunan harus kedap air, kemiringan minimum 2 %, belokan yang lebih besar dari 45 % dipasang clean out atau pengontrol pipa. Hindari belokan 90 %, yaitu dengan dua kali belokan atau memakai bak kontrol (cara untuk menghitung kemiringan, misal panjang saluran 4m, maka sudut kemiringan saluran, 4m x 2% = 0,08 m atau 8 cm).
  • Bentuk dan ukuran tangki septik disesuaikan dengan jumlah pemakai (Q) serta waktu pengurasan.
  • Dilengkapi dengan pipa aliran masuk dan keluar, pipa aliran masuk dan keluar dapat berupa sambungan T atau sekat.
  • Adanya pipa ventilasi udara dengan diameter 50 mm (2″) dan tinggi minimal 25 cm dari permukaan tanah.
  • Tersedianya lubang pemeriksa untuk keperluan pengurasan dan keperluan lainnya.
  • Sebaiknya tangki dibuat dengan dua ruang dengan panjang tangki ruang pertama 2/3 bagian dan ruang kedua 1/3 bagian.
  • Jarak tangki septik dan bidang resapan ke bangunan = 1,5 m, ke sumur air bersih = 10 m dan sumur resapan air hujan 5 m.
  • Tangki dengan bidang resapan lebih dari 1 jalur, perlu dilengkapi dengan kotak distribusi.
  • Pipa aliran keluar harus ditekan (5 – 10 ) cm lebih rendah dari pipa aliran masuk , kemudian di salurkan ke suatu bidang resapan.


    Gambar modifikasi tangki septic (sumber : Balai Lingkungan Permukiman)

    Denah tangki septic (sumber : Balai Lingkungan Permukiman)

    Potongan Tangki Septik
    Dimensi Tangki Septik
    Dalam merancang tangki septic tentu perlu untuk mengetahui dimensi tangki septic yang akan dibuat. Berikut tabel yang bisa dijadikan acuan

    *keterangan : 2 dan 3 tahun adalah waktu pengurasan tangki septic


    Jarak Tangki Septik dan Bidang Resapan

    Agar buangan (kotoran) yang dialirkan mengalami proses demineralisasi, proses penguraian suatu senyawa organik sehingga hasil penguraiannya tidak lagi menimbulkan efek yang merugikan, terutama bagi lingkungan secara baik, maka tangki septic perlu dilengkapi dengan sumur resapan. Berikut adalah tabel jarak tangki septic serta bidang/sumur resapan dengan suatu unit tertentu:

    Kesalahan dalam Perancangan Tangki Septik
    Seringkali tangki septic tidak bisa berfungsi secara maksimal karena ada beberapa kekeliruan pada saat proses perancangan dan pembuatan. Berikut beberapa kekeliruan yang sering terjadi dalam perancangan tangki septic dan perlu mendapatkan perhatian :

    • Penempatan pipa inlet sejajar dengan pipa outlet.

    • bagian dasar tangki rata
    • pipa inlet lebih rendah dari pipa outlet
    Sistem Pengolahan Limbah yang Ramah Lingkungan
    Seringkali pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki septic dan bidang/sumur resapan konvensional dianggap belum cukup mampu untuk mengurai senyawa organic, dimana sisa hasil buangannya dianggap masih agak membahayakan lingkungan sehingga diperlukan cara lain yang lebih ramah lingkungan. Ada beberapa metode agar pengolahan limbah rumah tangga lebih aman terhadap lingkungan sekitarnya.

    1. Sistem Sanitasi Taman (Sanita)

    Sinitasi Taman (Sanita) adalah sistem pengolahan lanjutan air limbah rumah tangga dari tangki septic atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) lainnya dengan memanfaatkan kapasitas tumbuh-tumbuhan untuk mereduksi sisa bahan pencemar. Tujuan dibuatnya Sanita adalah mengendalikan limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari badan air atau lingkungan serta memperbaiki kualitas air tanah, air permukaan, dan kesuburan tanah melalui alternatif pengolahan sistem ekosan.
    Gambar Sistem Sanitasi Taman (Sanita)
    Kolam sanita terdiri dari pipa inlet, pipa outlet, kerikil, tanaman air minimal 11 macam dalam satu kolam, dan tentu saja, sumber air limbah rumah tangga. Tanaman-tanaman yang bisa digunakan antara lain, JaringaoPontederia Cordata (Bunga Ungu), Lidi Air, Futoy Ruas, Typha Angustifolia (Bunga Coklat), Melati Air, dan Lili Air
    Sanita ini mampu memberi beberapa manfaat di antaranya,
    • Mencegah pencemaran air tanah, badan air dan lingkungan,
    • Menciptakan keasrian lingkungan permukiman,
    • Membantu upaya pelestarian lingkungan
    Kelebihan sistem Sanita adalah :
    • Mampu mereduksi zat organik (BOD-Biochemical Oxygen Demand, suatu ukuran standar kekuatan air limbah yang menunjukkan jumlah oksigen yang dikonsumsi dalam suatu periode waktu, umumnya lima hari pada suhu 20⁰ C) hingga 97,7%
    • Mereduksi Fecal Coliform bacteria hingga 99,98 %
    • Mereduksi total Nitrogen dan Phospat  hingga 75%
    2.     Biofilter
    Biofilter adalah instalasi pengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan media kontaktor.
    Tampak Atas Biofilter
    Gambar Detail Biofilter
    Proses pemasangan Biofilter melalui beberapa tahap diantaranya :
    1. Menggali tanah yang akan menjadi tempat peletakkan biofilter dan memberinya pasir sebagai landasan
    2. Letakkan biofilter ke dalam galian
    3. Menyambungkan  pipa saluran inlet serta outlet-nya
    4. Mengisi  ¼ biofilter dengan air serta menimbun ¼ bagian galian di sekitarnya dengan tanah
    5. Pengisian ½ biofilter dengan air dan penimbunan ½ galian dengan tanah
    6. Mengisi biofilter dengan air hingga keluar dari pipa outlet
    7. Memasang pipa ventilasi.
    8. Jika permukaan bagian atas biofilter akan diberi tambahan beban (misal untuk garasi dan sebagainya) buatlah cor beton bertulang dan letakkan di atasnya untuk melindungi biofilter yang dipasang di bawahnya.
    Proses dan tahapan pemasangan biofilter bisa dilihat pada gambar di bawah ini :
    Perancangan system pembuangan limbah rumah tangga (baik berupa limbah padat maupun cair) memang memerlukan ketelitian tersendiri agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan di sekitarnya.  Tidak ada salahnya jika sejak awal sistem pembuangan tersebut dirancang dengan cermat. Semoga tulisan di atas mampu membari gambaran tentang perancangan tangki septic yang baik. Selamat mencoba.


                            Sumber: https://19design.wordpress.com/2011/08/02/merancang-tangki-septik-septictank/

    Pengolahan Limbah Cair (Grey Water)

    Limbah cair (Grey Water) merupakan limbah rumah tangga non kakus, yaitu buangan yang berasal dari kamar mandi, dapur (mengandung sisa makanan), dan tempat cuci. Limbah cair ini biasanya menggenang sebelum mengalir, sehingga tempat di sekitarnya menjadi bau, kotor, sarang kuman, dan kumuh. Akan banyak lalat dan nyamuk yang bersarang di genangan air kotor yang lama-lama akan menjadikan tempat di sekitarnya berlumut, menghitam, dan bau. Bau tersebut disebabkan oleh adanya proses dekomposisi zat organik yang memerlukan oksigen terlarut, sehingga dapat menurunkan kandungan oksigen terlarut dalam air limbah, ditandai oleh warna air limbah kehitaman, berbusa, dan berbau busuk. 

    Dari fakta tersebut bisa dilihat bahwa, ketika kita tidak memperdulikan dampak limbah rumah tangga, maka limbah cair tersebt menjadi produk yang sangat merugikan bagi kita, keluarga kita, dan lingkungan kita, yang pada akhirnya merugikan kehidupan kita bersama, karena limbah cair yang dibiarkan meresap ke dalam tanah tersebut akhirnya akan mencemari air tanah. Sebagaimana disebutkan oleh Agenda 21 (1997) dan World Bank (2003) bahwa air limbah domestik yang dapat berpengaruh negatif bagi kualitas badan air yang berakibat pada terkontaminasinya air. Sebagaimana diketahui, kontaminasi air akibat aktivitas domestik masih relatif tinggi, sekitar 70-80%. Oleh karena itu, saatnya untuk mengatasi permasalahan terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan pemukiman seta kualitas air bersih.

    Peran IPTEK dalam Pengolahan Limbah Cair.

    Menghadapi permasalahan terkait produksi limbah cair dan dampaknya, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal krusial yang harus dimanfaatkan sebagai solusi di bidang pengolahan limbah cair rumah tangga. Hal ini bisa dilakukan melalui pelaksanaan kajian-kajian dan penelitian empiris yang mengkaji lebih jauh mengenai sistem pengolahan limbah cair yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk teknologi terapan. Teknologi pengolahan air limbah yang dipilih harus mampu meningkatkan kualitas air efluen secara kimiawi, fisik, dan bakterial. 

    Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman merilis beberapa teknologi pengolahan limbah cair antara lain: Biorotasi (berupa instalasi pengolahan air limbah), Biotour (instalasi daur ulang limbah), Meralis (instalasi pengolahan air limbah sistem kompak), Merotek (instalasi pengolahan air siap minum, IPA Mobile (instalasi pengolahan air dengan sistem yang portable), Biority, dan Ekotech Garden (EGA) atau taman sanita.

    Biorotasi.
    Biorotasi adalah instalasi pengolahan air limbah rumah tangga (non kakus) yang terdiri dari sistem biofilter dan taman sanita dengan re-sirkulasi yang dapat menghasilkan air olahan yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan umum gedung. Biofilter merupakan bagian dari sistem perlakuan (treatment) terhadap air secara biologis, dimana sistem yang lain menggunakan cara fisika dan kimiawi.

    Biotour.
    Biotour merupakan rangkaian unit pengolahan air limbah rumah tangga untuk menghasilkan air daur ulang dengan kualitas baik untuk kebutuhan rumah tangga. 

    Meralis.
    Meralis adalah reaktor kompak dengan sistem lumpur aktif dan filtrasi membran ultrafiltrasi airlift. 

    Merotek.
    Merotek adalah sistem yang mirip namun menggunakan membran RO tekanan rendah untuk air siap minum. 

    IPA Mobile.
    IPA Mobile merupakan teknologi pengolahan air baku dengan sistem portable yang cocok untuk daerah rawan air atau rawan bencana. 

    Biority.

    Biority merupakan kependekan dari Biologically Purity. Sistem ini terbukti memenuhi persyaratan Peraturan Menteri KLH No. 112 Tahun 2003 tentang standar kualitas air limbah rumah tangga. Biority® dapat diaplikasikan untuk perumahan, hotel, pusat perbelanjaaan, dan lain-lain, baik secara individual maupun komunal. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman menemukan sistem tangki septik bermedia kontak yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mempercepat pembangunan perumahan karena mampu diproduksi secara masal.

    Biority (sumber: Balitbang PU)

    Inti dari sistem tanki septik tersebut terletak pada media kontak technocell yang bermanfaat bagi mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang. Mikroorganisme tersebut mempercepat penguraian tinja sehingga ruang lumpur menjadi tidak cepat penuh sehingga umur pakai tanki septik menjadi lebih panjang dan pengurasan yang lebih jarang. Sistem ini memiliki kemampuan untuk mengolah air limbah rumah tangga dengan mereduksi COD, BOD, dan TSS sampai 75%. Keunggulan dari Biority, di antaranya: 

    -Tanpa memerlukan resapan dan ramah lingkungan.
    -Pemasangan mudah dan cepat.
    -Hemat ruang.
    -Material yang tahan korosi.

    -Air buangan yang dapat langsung dialirkan ke drainase umum.

    Ecotech Garden.
    Ecotech Garden (EGA) adalah salah satu teknologi alternatif pengolahan air selokan dengan menggunakan tanaman hias air. N & P cemar; BOD, COD, Detergent, Bakteri patogen, serta menghilangkan bau dan menjernihkan air. Beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam di antaranya adalah Canna Aquatic, Typa sp, Thalia Dealbata, Cyperus Altemifolius, Pontederia Condata Arrouhead Sagita Japonica, Waterdop-Echinodorus Paleafolius.


    Jenis Tanaman untuk Ecotech Garden (Sumber: Balitbang PU)

    Adapun, prinsip kerja EGA bisa dijelaskan sebagai berikut:

    Gambar disamping bisa dijelaskan bahwa proses penyerapan unsur pencemar adalah:

    BOD air limbah diturunkan melalui proses oksidasi dan reduksi (fermentasi aerobic) 



    Amonium (NH4N), dioksidasi oleh bakteri autotrop pada rizosphere menjadi nitrat dan kemudian nitrit, akhirnya pada kondisi anaerobik dirubah oleh bakteri fakultatif anaerobik pada tanah menjadi gas N2.

    Fosfat diikat oleh keloid Fe, Ca dan Al yang ada dalam tanah pada kondisi aerobik, oksidasi pada daerah rhizosphere juga dapat mengurangi keracunan tumbuhan akibat gas H2S dan juga mengurangi kadar Fe dan Mn dari limbah.

    Dalam sistem kerja EGA ini, rizosphere (perakaran tanaman) mendapat penyaluran oksigen dari daun, sehingga populasi mikro organisme meningkat +/- 10-100 kali lebih banyak. Hal ini membantu penyerapan bahan cemar dari air limbah yang diolah.

    Sementara itu, sistem kerja EGA dimulai dari pengaliran grey water ke EGA, dilakukan dengan cara memasang bendung di selokan, sehingga air dapat dibelokkan ke EGA. Sistem EGA tersebut dapat dibangun di halaman rumah, atau taman taman yang ada di kompleks perumahan atau di bagian atas suatu situ atau danau alami. EGA akan menyaring unsur unsur hara (pupuk) yang terkandung di dalam air, dan unsur bahan pencemar air lainnya. Unsur pupuk digunakan oleh tanaman untuk bertumbuh, sedangkan unsur pencemar, disaring oleh akar dan media penahan tanaman. Air yang keluar dari EGA (sudah disaring secara biologis), dapat dialirkan kembali ke selokan dibagian hilir bendung, atau dialirkan ke waduk, dan sumber sumber air lainnya. Karena bahan cemaran dalam air sudah berkurang, maka kualitas air yang dikembalikan ke selokan atau ke badan badan air lainnya, sudah lebih baik dari kualitas air sebelum melalui EGA.



    Sumber: Balitbang PU

    Keunggulan EGA:

    Menambah estetika lingkungan permukiman yang nyaman.EGA berperan menjaga kelestarian sumber sumber air, seraya meningkatkan estetika lingkungan, dan bahkan memberikan tambahan pendapatan bagi pengelolanya. 

    Mengurangi pencemaran sungai, karena zat-zat pencemar seperti BOD, Total-N dan Total-P diserap oleh tanaman. 

    Dapat menurunkan bau, dengan indikator dari penurunan kadar Amonia sebesar 50 % (semula 10,50 mg/L turun di outlet EGA menjadi 5,3 mg/L) sedangkan kriteria limbah domestik berbau minimal 6 mg.

    Tidak memerlukan biaya operasional yang mahal karena pengaliran air kotor menggunakan gaya gravitasi, bukan dengan pompa atau pipa. 

    Dapat menambah pendapatan dari penjualan bibit bunga yang dihasilkan, yaitu ±Rp.219.000 per tahun,atau Rp.106.000,-per m2, walau harga cenderung menurun bila ada jenis tanaman hias baru. Ada baiknya dihitung dalam persen terhadap pendapatan kepala keluarga. 

    Air sisa olahan dapat digunakan kembali, salah satunya untuk mengairi kolam ikan.

    Meskipun memiliki kelebihan, implementasi EGA perlu memperhatikan aliran masuk (inlet), karena teknologi bangunan peninggi air, menjadi tempat berkumpulnya sampah.Bagian ini harus dibuat agar aliran air mengalir secara terus menerus, sehingga tidak menjadi sarang nyamuk dan menghitam, serta menimbulkan bau. Hanya saja hal itu bisa diatasi, karena dengan adanya habitat tanaman air maka akan muncul ekosistem di sekitar taman air tersebut seperti ikan, katak, dan capung yang akan melahap nyamuk dan jentik-jentiknya.

    Ekosistem baru terbentuk di sekitar ecotech garden (adaptasi dari Balitbang PU)

    Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa pengolahan limbah cair dengan teknologi yang tepat yang didasarkan pada ilmu pengetahuan akan mampu mengubah lingkungan yang bau, kotor, sarang kuman, dan kumuh (Bakorsakumkum) menjadi lingkungan yang asri, sehat dan hijau (ASEHI).


    Sumber : http://sariberitacoco.blogspot.co.id

    Selasa, 20 Mei 2014

    Harga Sedot WC Jakarta Selatan

    Harga Sedot WC Jakarta Selatan berkisar antara Rp 350.000 sampai dengan Rp.500.000. ( Besar kecinya tarif jasa sedot tinja tersebut juga tergantung kapasitas kotoran yang disedot serta jarak tempuh ke lokasi ).

    Ukuran penampungan tinja atau septic tank rata-rata hampir sama antara 2 M3 sampai 4 M3.. Jika mereka sering memakan makanan yang berlemak atau berminyak biasanya tempat penampungan akan mudah penuh, sebab kotorannya banyak mengandung minyak sehingga menutupi pori-pori tanah. Sebaliknya jika penghuni lebih banyak makan sayur dan olahan segar yang organik, septik tank tidak cepat penuh. Selain pola makanan, lokasi perumahan juga mempengaruhi. Jika rumah berada di dataran tinggi, kotoran tinja lebih lama memenuhi septic tank.

    Jika Anda hanya ingin mengetahui harga dan biaya jasa penyedotan WC di daerah Anda silahkan menghubungi sms atau menghubungi Call Center kami di no :

    Telp : 0811 182 6622
    WA : 0852 1817 1616
    Kalau Harga Sedot WC sudah sepakat maka Call Center Kami akan menghubungi anda !!!
    Kepuasan Anda menjadi suatu kebanggan bagi kami.